Pajak dan Utang Topang Kenaikan Cadangan Devisa RI
Redaksi
07 September 2026 14:36

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cadangan devisa naik dari US$145,3 miliar pada Juli menjadi 146,5 miliar pada Agustus 2026. Posisi cadangan devisa ini berada dalam level tertinggi sejak Maret atau lima bulan terakhir.
"Perkembangan posisi cadangan devisa Agustus 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah," sebut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI).
Artinya, kenaikan posisi devisa ini ditopang oleh penarikan pinjaman eksternal pemerintah, yang mengimbangi pembayaran utang eksternal serta intervensi valas berkelanjutan BI.
Secara nominal, kenaikan US$1,2 miliar memang memberi sinyal positif. Namun, peningkatan itu belum sepenuhnya mencerminkan penguatan fundamental sektor eksternal Indonesia. Sebab, sumber utama tambahan devisa itu berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah, bukan lonjakan penerimaan devisa yang bersifat struktural yang berasal dari surplus neraca dagang.
Pada saat yang sama, BI masih harus melakukan stabilisasi rupiah lewat intervensi di pasar valas. Artinya, sebagian cadangan devisa yang tersedia tetap berpotensi digunakan untuk meredam volatilitas rupiah, terutama kala dolar AS kembali menguat, atau adanya pembalikan arus modal asing.































