Logo Bloomberg Technoz

Konflik AS-Iran Guncang Pasar Obligasi, Yield SUN dan CDS RI Naik

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 July 2026 10:30

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi pemerintah Indonesia kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (24/7/2026), pukul 09:56 WIB, seiring kembali terjangkitnya kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga minyak dunia, yang berpotensi mendongkrak inflasi. 

Melansir data Bloomberg, tekanan terlihat dari kenaikan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) di hampir semua tenor. Yield SUN tenor acuan 10 tahun naik 2,1 basis poin (bps) menjadi 7,36%, sementara yield tenor 13 tahun naik paling tajam 8,3 bps ke 7,4%, dan tenor 8 tahun naik cukup tajam 3,4 bps menjadi 7,37%.

Tenor jangka pendek pun seperti 2 tahun, naik 2,6 bps menjadi 7,15%. 


Sementara, di pasar obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi valas (INDON) yield juga terkerek naik di tenor 10 tahun 3,4 bps menjadi 5,65%. 

Meski pada beberapa tenor masih terlihat adanya aksi beli, tetapi perubahannya relatif terbatas. Seperti tenor 1 tahun hanya berubah 1,7 bps menjadi 7,02%, disusul tenor 7 tahun turun 0,3 bps menjadi 7,32%, dan tenor ultra panjang turun 0,3 bps menjadi 7,35%. 

Pasar Surat Utang RI (Bloomberg)