Yield Surat Utang Terbelah, Investor Kaji Risiko Domestik
Tim Riset Bloomberg Technoz
07 September 2026 15:54

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar surat utang pada perdagangan Senin (7/9/2026) beragam dengan tekanan jual yang cukup terasa di tenor pendek dan sebagian tenor menengah-panjang. Meski begitu, kurva belum bergerak seragam sehingga belum bisa disebut sebagai aksi jual secara masif.
Melansir data Bloomberg, yield tenor 1 tahun naik 3,4 bps ke 6,9%, disusul tenor 2 tahun naik paling tinggi 6,4 bps ke 6,8%. Begitu juga dengan tenor 4 tahun naik 2 bps ke 6,94%. Kemudian, tenor 6-10 tahun naik secara seragam ke level 7,03% hingga 7,14%.
Akan tetapi, tekanan tersebut tidak terjadi secara merata di semua tenor. Sejumlah tenor justru masih mencatat penurunan yield.
Tenor 3 tahun, misalnya, tercatat turun 4,7 bps menjadi 6,78%. Sementara tenor 5 tahun turun cukup tajam 7,5 bps ke 6,92%.
Di sisi tenor panjang, yield 11 tahun turun 5,5 bps menjadi 7,08%, sedangkan tenor 13 tahun turun 2,6 bps menjadi 7,13%.
































