Logo Bloomberg Technoz

Hal yang Perlu Dicermati Meski RI Dapat Rating BBB dan S&P

Redaksi
16 July 2026 16:02

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan S&P Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di peringkat BBB dengan prospek stabil memang memberi sinyal bahwa lembaga pemeringkat itu masih menilai bahwa fundamental ekonomi Tanah Air cukup kuat. 

Penetapan status itu menegaskan bahwa Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade alias layak investasi. Dengan kata lain, pasar keuangan Indonesia tetap layak menjadi destinasi bagi investor global yang ingin 'menggandakan' uang mereka. 

Namun, jika melihat data Credit Default Swap (CDS) pasar berkata lain. Level CDS untuk tenor 5 tahun masih berada di 90,49. Ini merupakan posisi tertinggi di antara negara-negara yang disematkan label BBB oleh S&P. 


CDS merupakan instrumen derivatif yang berfungsi sebagai 'asuransi' terhadap risiko gagal bayar surat utang. Semakin tinggi premi CDS yang harus dibayar, semakin besar pula persepsi terhadap risiko kredit suatu negara. 

Oleh karena itu, CDS sering menjadi barometer yang lebih jujur dan cenderung dinamis ketimbang peringkat kredit, sebab pergerakannya lebih realtime dan mengikuti sentimen serta penilaian investor global.