Logo Bloomberg Technoz

Sentimen negatif datang dari pasar global setelah harga minyak Brent kembali naik ke US$100 per barel, level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran pasar akan terjadinya gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia. 

Tak cuma di Indonesia, kekhawatiran itu juga tercermin di pasar obligasi global. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,5 bps menjadi 4,71%.

Pasar obligasi Korea Selatan juga tertekan dengan kenaikan yield tenor 10 tahun 4,8 bps menjadi 4,42%, begitu juga dengan yield obligasi pemerintah Malaysia tenor 10 tahun naik 5,3 bps menjadi 3,63%.  

Sementara, obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 1 bps menjadi 2,78%, sedangkan yield obligasi pemerintah Australia tenor yang sama melonjak 7 bps ke 5,06%, dan yield obligasi Selandia baru tercatat naik 5 bps ke 4,77%. 

Sebagai catatan, militer AS kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran selama 13 malam beruntun. Perkembangan ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran bisa semakin meluas dan mengganggu jalur distribusi energi. 

Bagi pasar obligasi Tanah Air, kenaikan harga energi ini berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi dan memperlebar defisit fiskal, sebab pemerintah terbebani dengan ongkos subsidi. Kondisi tersebut membuat investor meminta premi risiko lebih tinggi untuk memegang surat utang, dan mendorong kenaikan yield.

Credit Default Swap (CDS) juga ikut terkerek naik. CDS surat utang Indonesia tenor 5 tahun naik 1,49 poin menjadi 94,7, tertinggi setelah Juni 2026. 

Untuk diketahui, CDS merupakan instrumen derivatif yang berfungsi sebagai 'asuransi' terhadap risiko gagal bayar surat utang. Semakin tinggi premi CDS yang harus dibayar, semakin besar pula persepsi terhadap risiko kredit suatu negara. 

Oleh karena itu, CDS sering menjadi barometer yang lebih jujur dan cenderung dinamis ketimbang peringkat kredit, sebab pergerakannya lebih realtime dan mengikuti sentimen serta penilaian investor global. 

(dsp/aji)

No more pages