Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Naik Makin Tinggi, Saham Properti Memimpin Efek BI Rate

Muhammad Julian Fadli
23 July 2026 13:16

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I Kamis (23/7/2026), di zona hijau dengan penguatan 95,67 poin (1,51%) di posisi 6.430,15.

Sepanjang perdagangan Sesi I, IHSG melaju cepat di zona hijau dengan rentang perdagangan terjadi pada area level 6.338 sampai dengan tertingginya 6.437 yang ditopang oleh saham PT Maha Properti Indonesia (MPRO) dan juga PT Lippo Karawaci (LPKR) yang tergabung di sektor properti.

IHSG Penutupan Sesi I pada Kamis 23 Juli 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp11,89 triliun dari sejumlah 34,81 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Dan frekuensi yang terjadi 1,75 juta kali.


Tercatat ada penguatan 450 saham dan sebanyak 166 saham terjadi pelemahan. Sedangkan terdapat sejumlah 177 saham yang stagnan.

Saham–saham properti, saham energi, dan saham teknologi menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan kenaikan 4,45%, 4,31%, dan 2,83%. Disusul oleh menguatnya saham barang baku dan juga saham perindustrian sebesar 2,71% dan 2,36%.