Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Diperberat Saham Big Caps, IHSG Balik Arah

Muhammad Julian Fadli
07 September 2026 13:35

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah siang hari ini, kehilangan 0,12% di posisi 6.628 pada perdagangan Senin (7/9/2026). Tertekannya saham–saham big caps menjadi sebab, terutama saham Bank BCA (BBCA) dan saham Bank BRI (BBRI).

Padahal pada perdagangan pagi hari tadi IHSG sempat melesat di zona hijau hingga menyentuh level 6.667, namun jelang siang ini Indeks Komposit berbalik arah dengan pelemahan yang bertambah dalam sampai dengan titik terendah 6.620.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 7 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp8,47 triliun dari sejumlah 24,56 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan jumlah frekuensi sebanyak 1,32 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 293 saham, dan sebanyak 292 saham terjadi pelemahan. Sisanya 203 saham stagnan.


Saham–saham keuangan termasuk perbankan big caps menjadi pemberat IHSG pada siang hari ini, saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, misalnya. Adapun saham properti, saham teknologi, dan saham keuangan mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing minus 0,54%, 0,46%, dan juga 0,43%.

Sejumlah saham–saham big caps berbobot besar menjadi pemberat IHSG hingga menempati jajaran top losers pada Senin (7/9/2026).

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 7,33 poin
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 3,28 poin
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 2,1 poin
  5. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengurangi 1,35 poin
  6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 1,32 poin
  7. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mengurangi 0,9 poin
  8. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 0,81 poin
  9. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengurangi 0,77 poin
  10. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mengurangi 0,71 poin