Logo Bloomberg Technoz

AS Perketat Sanksi Iran, Bidik Jaringan Minyak dan Kripto

News
15 July 2026 08:00

Donald Trump. dok: Graeme Sloan/Bloomberg
Donald Trump. dok: Graeme Sloan/Bloomberg

Magdalena Del Valle dan Daniel Flatley - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Iran dan kembali menerapkan blokade militer terhadap negara tersebut. Langkah ini diambil setelah negosiasi antara kedua negara menemui jalan buntu akibat eskalasi serangan di Selat Hormuz.

Departemen Keuangan AS pada hari Selasa (15/7) mengumumkan sanksi baru yang menyasar jaringan pelayaran milik Hossein Shamkhani. Ia adalah sosok pemimpin dari kerajaan bisnis Iran yang disebut mengelola transaksi minyak dan senjata strategis untuk Teheran dan Moskow. Departemen tersebut menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 50 entitas, termasuk perusahaan pelayaran, kapal, dompet digital, hingga individu yang terlibat.


Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, melalui unggahannya di media sosial menyatakan bahwa AS juga menjatuhkan sanksi pada sejumlah dompet aset digital yang diduga kuat terikat dengan Bank Sentral Iran. Langkah ini berhasil membekukan dana lebih dari $130 juta.

Tindakan tegas ini diambil seiring keputusan Donald Trump untuk memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal yang transit menuju dan dari pelabuhan atau wilayah pesisir Iran. Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai kembali blokade laut tersebut pada Selasa pukul 16.00 waktu New York.