Logo Bloomberg Technoz

Meski lebih dikenal sebagai perusahaan minyak besar, Shell, BP Plc, dan TotalEnergies SE juga memiliki divisi perdagangan yang luas, yang membantu mereka mendapatkan keuntungan dari gejolak yang sama.

Laporan perdagangan terbaru Shell memberikan gambaran awal mengenai kinerja perusahaan-perusahaan minyak besar pada kuartal ketika harga minyak mentah mencapai level tertinggi sejak invasi Ukraina pada 2022, sebelum anjlok seiring produsen di Teluk Persia meningkatkan aliran pasokan melalui Selat Hormuz. Kinerja operasi perdagangan global Shell dipantau dengan cermat karena dapat menjadi pendorong utama laba. 

Brent, harga patokan minyak mentah internasional, melonjak di atas US$126 per barel pada akhir April sebelum anjlok lebih dari 40% dan diperdagangkan di sekitar US$72 sejak akhir Juni. 

Produksi gas alam Shell mengalami penurunan karena produksi di Qatar tetap terhenti, di mana negara di Teluk Persia tersebut menyumbang sekitar 10% dari volume minyak dan gas global perusahaan. Prospek pengiriman gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz masih tidak pasti, setelah sebuah kapal tanker lain yang mengangkut bahan bakar dari Qatar diserang pada Selasa. 

Meski demikian, produksi minyak dan gas Shell secara keseluruhan masih berada dalam kisaran yang diproyeksikan untuk kuartal kedua berkat produksi di luar kawasan Timur Tengah.

Margin penyulingan membaik, karena perusahaan dan para pesaingnya telah berupaya memproses bahan bakar seperti avtur dan solar untuk mengimbangi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

(bbn)

No more pages