Isu Diskon LNG Dinilai Bisa Pengaruhi Nasib Lelang 75 Blok Migas
Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) mengatakan keputusan pemerintah untuk memangkas harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri dapat memengaruhi nasib lelang 75 blok migas yang ditawarkan pemerintah hingga 2027.
Sekadar catatan, pemerintah pekan lalu baru saja menurunkan harga LNG untuk industri dari level pasaran US$20—US$23 per million british thermal unit (MMBtu) menjadi US$13/MMBtu guna mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja massal (PHK) di berbagai sektor industri akibat tekanan harga gas.
Dalam kaitan itu, Ketua Komite Investasi dan Kerjasama Aspermigas Moshe Rizal mengatakan pemangkasan harga LNG yang tidak mengikuti harga gas global akan membuat investor berpikir dua kali untuk mengikuti lelang dan eksplorasi pada blok-blok potensial di Indonesia.
“Harga tidak sesuai market. Ini kan membuat ketidakpastian dalam ekosistem investasi hulu migas. Apalagi Indonesia ada banyak blok yang mau dilelang sampai 2027,” ungkap Moshe saat dihubungi, Senin (6/7/2026).
Dia menambahkan Indonesia belum mampu melakukan eksplorasi secara masif dan mandiri untuk meningkatkan kapasitas gas dan minyak bumi sampai saat ini.




























