Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Rp18.000/US$, Tapi Langsung Balik Arah

Tim Riset Bloomberg Technoz
07 July 2026 09:30

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka sesi perdagangan Selasa (7/7/2026) dengan pelemahan 0,03% ke Rp18.000/US$. Namun lama berselang rupiah menguat terbatas 0,04% ke posisi Rp17.988/US$ pada 09:05 WIB. Lalu, rupiah melanjutkan penguatan terbatas ke posisi Rp17.980/US$ pada 09:23 WIB. 

Pergerakan rupiah cukup liar di awal pekan ini, dan sempat tercatat melemah Rp18.006/US$ pada sesi intraday pukul 14:15 WIB kemarin.

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, pada Selasa (7/7/2026) pagi. (Bloomberg)

Pagi ini, penguatan terbatas pada rupiah sedikit tertopang oleh pergerakan mata uang Asia yang kompak menguat. Won Korea Selatan menguat paling tajam 0,35%, disusul ringgit Malaysia dan yen Jepang masing-masing menguat 0,16%. 

Mata uang Asia pada Selasa (7/7/2026). (Bloomberg)

Penguatan serempak pada mata uang kawasan terjadi setelah Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, memberikan sinyal yang lebih menenangkan terkait arah komunikasi kebijakan moneter bank sentral AS. 

Waller menengaskan bahwa forward guidance tetap jadi instrumen penting dalam kebijakan moneter selama digunakan secara fleksibel dan tidak mengikat pembuat kebijakan. Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya meredakan kekhawatiran pasar bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Kevin Warsh, bank sentral AS akan sepenuhnya meninggalkan praktik pemberian panduan mengenai arah suku bunga.