Logo Bloomberg Technoz

Singapura-Malaysia Stop Bangun Pusat Data, RI Bisa Raih Peluang

Muhammad Fikri
07 July 2026 10:49

Pusat data menggerakan teknologi AI hingga kemampuannya makin canggih, manusia kalah. dok: Bloomberg
Pusat data menggerakan teknologi AI hingga kemampuannya makin canggih, manusia kalah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) Erick Hadi menilai bahwa negara ini memiliki peluang besar menjadi tujuan investasi data center atau pusat data di kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Peluang tersebut muncul setelah Singapura menghentikan pembangunan pusat data baru, sementara Malaysia mulai menghadapi keterbatasan daya dukung berupa pasokan listrik dan sumber air.

Erick mengatakan bahwa pertumbuhan industri pusat data Indonesia saat ini melampaui rata-rata global yang berada di kisaran 20%-25% per tahun. Salah satu faktor pendorongnya adalah perpindahan investasi dari negara-negara tetangga.


"Kalau kita bicara di Indonesia, pertumbuhannya justru lebih cepat karena mendapat akselerasi dari negara tetangga, terutama Singapura," ujar Erick di Jakarta, seperti dilansir Selasa (7/7/2026).

Menurut Erick, sejak 2019 Singapura menghentikan pembangunan pusat data baru sehingga terjadi kelebihan permintaan kapasitas (capacity overflow) di kawasan. Arus investasi tersebut kemudian mengalir ke Malaysia, terutama Johor, sebelum dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser ke Indonesia.