Logo Bloomberg Technoz

Efek Diskon Harga LNG, Sektor Hulu Migas Rawan Ditinggal Investor

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 July 2026 09:20

Sebuah kapal bertenaga LNG di Terminal Kontainer Bayport di pelabuhan Houston di Seabrook, Texas, AS./Bloomberg-Callaghan O'Hare
Sebuah kapal bertenaga LNG di Terminal Kontainer Bayport di pelabuhan Houston di Seabrook, Texas, AS./Bloomberg-Callaghan O'Hare

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menilai kebijakan diskon harga gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$13/MMBtu akan mengancam keberlanjutan investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri.

Ketua Komite Investasi dan Kerjasama Aspermigas Moshe Rizal memperingatkan ketidakjelasan regulasi mengenai pihak yang menanggung selisih harga pemotongan gas tersebut berpotensi memicu eksodus investor dari Indonesia.

"Selisih harga dari pemotongan itu kan belum jelas siapa yang menanggung. Kalau lebih besar swasta yang menanggung, saya jamin investor bakal pada minggat," ujar Moshe saat dihubungi, Senin (6/7/2026). 


Moshe menambahkan, meskipun terdapat potensi beban selisih harga tersebut dibagi juga kepada pemerintah, efektivitas anggarannya pun masih dipertanyakan.

Menurutnya, investor di sektor hulu migas memiliki perhitungan keekonomian yang matang dan tidak akan mau mengorbankan margin keuntungan mereka demi kebijakan domestik ini.