Logo Bloomberg Technoz

Uang Primer (M0) Tumbuh Melambat di Juni

Hidayat Setiaji
07 July 2026 10:40

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan perkembangan jumlah uang primer atau M0 per akhir Juni. Terjadi pertumbuhan belasan persen, meski agak melambat.

Pada Selasa (7/7/2026), BI mengumumkan jumlah M0 adjusted pada akhir Juni berada di Rp 2.228 triliun. Naik 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Walau masih tumbuh tinggi, sejatinya kenaikan M0 sedikit melambat. Pasalnya, pertumbuhan pada Mei mencapai 14,2% yoy.


"Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 14% yoy dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 12,7% yoy. Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," sebut laporan BI.

 M0 adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, BI melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh bank sentral.