IDI Kecam Dugaan Bullying PPDS Unsrat, Usul Jam Kerja Dibatasi
Dinda Decembria
07 July 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam dugaan perundungan (bullying) yang dialami peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung, yang berujung pada meninggal dunia.
Ketua Umum IDI, dr. Slamet Budiarto, menegaskan organisasi profesi dokter tidak mentoleransi segala bentuk perundungan dalam lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
"IDI mengecam dan tidak mentolerir segala bentuk perundungan," kata Slamet kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7).
Menurut Slamet, direktur utama rumah sakit memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan tidak terjadi praktik perundungan di lingkungan rumah sakit, termasuk terhadap peserta PPDS yang menjalani pendidikan klinis.
Sebagai langkah perbaikan, IDI mendorong pembatasan jam kerja dokter PPDS agar beban kerja yang berlebihan tidak berdampak pada kondisi fisik maupun kesehatan mental peserta didik.

































