Apindo Dorong Investasi Berkualitas Atasi Gap Tenaga Kerja
Pramesti Regita Cindy
07 July 2026 12:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai masih adanya kesenjangan besar antara kebutuhan lapangan kerja dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja setiap tahunnya di dalam negeri.
Berkaca pada hal tersebut, Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani berpandang Program Magang Nasional dapat menjadi instrumen yang cukup penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja. Namun, kembali lagi hal ini juga tak serta merta menjadi solusi tunggal untuk mengatasi persoalan pengangguran.
"Upaya peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, ekspansi industri, pengembangan sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, kemudahan berusaha, serta kepastian regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor," jelas Shinta kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7/2026).
Jelasnya, ia mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kebutuhan lapangan kerja di Indonesia setiap tahun diperkirakan mencapai sekitar 9,5 juta hingga 12 juta orang, yang berasal dari kombinasi angkatan kerja baru dan pengangguran eksisting. Namun, tenaga kerja yang mampu terserap setiap tahun baru berkisar 2,4 juta hingga 4,8 juta orang.
Apindo juga menyoroti menurunnya employment elasticity of investment, yaitu kemampuan investasi dalam menciptakan lapangan kerja. Bila ditelisik, kata Shinta, pada 2013 setiap realisasi investasi sebesar Rp1 triliun mampu menyerap lebih dari 4.500 tenaga kerja.































