Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Buy Rp400 M, Saham EMAS Hingga TPIA Diborong

Muhammad Julian Fadli
22 April 2026 08:40

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Selasa 21 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah usai melemah 34,73 poin (0,46%) di posisi 7.559.

Berseberangan jauh (lagi) dengan pelemahan IHSG, investor asing gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp473,93 miliar pada perdagangan saham seluruh pasar. Sama halnya, pada pasar reguler investor asing net buy Rp243,21 miliar.

Adapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencapai Rp129,49 miliar. Sejalan dengan dorongan pembelian, saham EMAS melesat 7,47% hingga ditutup di posisi Rp9.350/saham.

Penutupan Saham EMAS pada Selasa 21 April 2026 (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Selasa (21/4/2026):

  1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp129,49 miliar
  2. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) Rp113,2 miliar
  3. PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp67,66 miliar
  4. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp61,63 miliar
  5. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp57,31 miliar
  6. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp55,37 miliar
  7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp45,18 miliar
  8. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp39,35 miliar
  9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp38,66 miliar
  10. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp37,88 miliar

Pada saat bersamaan, investor asing net sell terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp175,93 miliar. Imbas tekanan jual, saham BBRI melemah 4,94% menyentuh posisi Rp3.270/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Selasa 21 April 2026 (Bloomberg)