Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Lesu Imbas Saham Tambang, Terhimpit Laporan Fitch Rating

Muhammad Julian Fadli
21 April 2026 13:29

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I di zona merah usai melemah 0,59% di posisi 7.549 pada Selasa (21/4/2026). Saham–saham pertambangan menjadi pemberat, tersengat laporan Fitch Ratings terbaru.

Sepanjang perdagangan Sesi I, IHSG terus melemah dengan rentang perdagangan terjadi di level 7.568 sampai dengan titik terlemahnya 7.511.

IHSG Penutupan Sesi I pada Selasa 21 April 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp9,81 triliun dari sejumlah 24,29 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi mencapai 1,56 juta kali diperjualbelikan.


Tercatat ada pelemahan 298 saham, dan sebanyak–banyaknya 356 saham mampu menguat. Sisanya 160 saham stagnan.

Saham–saham energi menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 0,87%. Disusul oleh pelemahan di saham infrastruktur dan saham kesehatan dengan koreksi 0,77%, dan 0,04%.