Logo Bloomberg Technoz

Konflik Timteng, Ekspor Aluminium RI ke AS Berpeluang Melonjak

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 June 2026 07:05

Tumpukan ingot aluminium di pabrik Emirates Global Aluminium Al Taweelah di Abu Dhabi, pada tahun 2022. (Fotografer: Christopher Pike/Bloomberg)
Tumpukan ingot aluminium di pabrik Emirates Global Aluminium Al Taweelah di Abu Dhabi, pada tahun 2022. (Fotografer: Christopher Pike/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) Winston K. K. Ng mengungkap pasar ekspor aluminium Indonesia justru memiliki peluang melebarkan sayap ke pasar Amerika Serikat (AS) di tengah konflik global yang terjadi di Timur Tengah (Timteng).

“Satu-satunya hal yang dapat saya lihat adalah jika kebijakan di AS, ini memperbesar [potensi] aluminium dapat dikirim ke sana,” ungkapnya dalam agenda Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Winston menambahkan bahwa kelebihan lain mengirim aluminium ke AS adalah besarnya premi yang tidak ditanggung oleh eksportir.


"Saat ini, premi [biaya tambahan yang dibebankan kepada pembeli] untuk AS sangat tinggi. Jadi pada dasarnya ada potensi bagi pemain Indonesia untuk memasuki pasar AS, terutama karena AS adalah importir bersih aluminium. Sementara itu, persaingan di Asia sendiri sudah cukup ketat," tambahnya.

Terkait peta ekspor, Winston melihat adanya tantangan harga di kawasan regional, terutama karena banyaknya pelaku industri di Indonesia yang memiliki afiliasi atau berbasis di China.