Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Melemah 2,5% Hingga Terburuk di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
05 June 2026 13:45

Karyawan melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lautan merah tercipta di Bursa Saham Asia pada perdagangan siang hari ini. Terlebih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang paling merah dengan pelemahan lebih dari 2,5%, bersanding dengan KOSPI.

Pada jeda perdagangan Sesi I, Jumat (5/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.692. Turun 2,53% dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 5 Juni 2026 (Bloomberg)

Posisi terendah IHSG hari ini menyentuh 5.673 sedang tertinggi berada di 5.860.


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat melibatkan 25,25 miliar saham. Dengan nilai transaksi menyentuh Rp21,08 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi 1,32 juta kali.

Sementara indeks LQ45 berada di level 566,6. Jatuh 2,46% point–to–point.