Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup di Posisi 5.594

Muhammad Julian Fadli
05 June 2026 18:07

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Lebih–lebih pelemahan IHSG menjadi yang paling buruk di dunia.

Pada Jumat (5/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.594 pada tutup dagang. Melemah 4,2% dibanding penutupan hari sebelumnya, hingga menjadi yang terendah sejak November 2020 atau dalam dalam 5 tahun lebih perdagangan saham.

IHSG Cetak Rekor Terendah Sejak November 2020 Silam (Bloomberg)

Penurunan tersebut membuat indeks pasar saham Indonesia menghuni deretan bursa saham terlemah atau worst performing index hari ini, yang disusul KOSPI (Korea Selatan), BRAZIL IBOVESPA INDEX (Brasil), BLOM STOCK INDEX (Libanon), LuxX INDEX (Luksemburg), TAIEX INDEX (Taiwan), S&P/BMV IPC (Meksiko), NIKKEI 225 (Jepang), SRI LANKA COLOMBO ALL SH, dan HANG SENG (Hong Kong), melemah mencapai 7,28%, 2,22%, 1,68%, 1,47%, 1,33%, 1,31%, 1,31%, 1,21%, dan 1,15%.
 
Dengan demikian, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, IHSG adalah bursa saham dengan pelemahan terdalam di dunia, di dasar peringkat bersama KOSPI.


Merujuk pada data yang sama, IHSG menjadi indeks saham terlemah di dunia nomor satu, paling lesu, dan paling dasar sepanjang 2026. Sejak awal tahun, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 35,3% year–to–date.

Bursa Saham Global per 5 Juni 2026 (Bloomberg)

Sepanjang perdagangan pagi hingga siang hari ini IHSG terus terjerembab di zona merah, dengan tekanan jual yang bertambah deras, rentang perdagangan terjadi pada area level 5.860 sampai dengan terendahnya menyentuh 5.594.