Logo Bloomberg Technoz

Gelombang PHK di sektor ini diperkirakan berlanjut. Sebagian besar berasal dari pengurangan tenaga kerja di Dell Inc., sementara Oracle dilaporkan mulai melakukan PHK meski belum mengungkap angka resmi. Meta juga memangkas karyawan di divisi Reality Labs seiring pergeseran fokus ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

“Perusahaan kini mengalihkan anggaran ke investasi AI dengan konsekuensi pengurangan tenaga kerja. Di sektor teknologi, AI bahkan sudah menggantikan fungsi coding. Di sektor lain, dampaknya mulai terasa meski belum sepenuhnya menggantikan manusia,” jelas Challenger.

Ia menekankan pentingnya upskilling dan reskilling. Pekerja dituntut memahami AI, mulai dari penyusunan prompt hingga produksi aset digital, seiring banyaknya perusahaan yang mulai mendefinisikan ulang pekerjaan berbasis kemampuan AI.

“AI mengubah cara kerja dan struktur tenaga kerja. Ke depan, manusia harus lebih strategis dalam mengelola agen berbasis AI, dengan kemampuan pengambilan keputusan yang kuat,” ujarnya.

Di luar teknologi, sektor transportasi mencatat PHK terbesar kedua dengan 32.241 kasus, melonjak 703% secara tahunan. Industri ini, termasuk maskapai dan logistik, tertekan oleh ketidakpastian global, termasuk konflik di Iran.

Baca Juga: Produktivitas Jadi Alasan AI Menggusur Manusia

Sektor kesehatan mencatat 23.520 PHK, tertinggi sepanjang sejarah kuartal pertama. Disusul sektor pendidikan dengan 11.467 PHK (naik 170%) dan sektor keuangan yang justru turun menjadi 9.397 PHK.

Sementara itu, industri media mencatat 1.492 PHK hingga Maret, turun 18% secara tahunan. Namun, subsektor berita justru naik 12% menjadi 639 PHK.

AI Jadi Alasan Utama PHK

Pada Maret, AI menjadi penyebab utama PHK dengan 15.341 kasus atau 25% dari total. Disusul penutupan perusahaan (13.931), restrukturisasi (8.726), serta tekanan kondisi ekonomi (6.597).

Secara kumulatif 2026, faktor ekonomi memimpin dengan 45.103 PHK, diikuti restrukturisasi, penutupan, dan kehilangan kontrak. AI berada di posisi kelima dengan 27.645 PHK atau sekitar 13%.

Baca Juga: Penelitian: 3 Juta Pekerjaan Akan Hilang akibat AI di Tahun 2035

Pada Februari, AI menyumbang sekitar 10% PHK bulanan. Sepanjang 2026, kontribusinya mencapai 12.304 kasus atau 8%.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 AI hanya menyumbang 5% dari total PHK. Namun sejak mulai dilacak pada 2023, kontribusinya terus meningkat hingga kini mencapai 3,5% dari total PHK historis.

Perekrutan Bangkit

Di tengah gelombang PHK, rencana perekrutan justru meningkat tajam. Pada Maret, perusahaan merencanakan 32.826 perekrutan, melonjak 157% dari Februari dan naik 149% secara tahunan.

Namun secara kumulatif, rencana perekrutan 2026 masih turun 6% menjadi 50.887 pekerja. Sekitar 21% dari rencana tersebut merupakan pekerjaan musiman. Sektor otomotif memimpin dengan 12.258 rencana perekrutan, diikuti sektor hiburan dan rekreasi sebanyak 8.261.

(mef/wep)

No more pages