Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 1% di Akhir Perdagangan Saham

Muhammad Julian Fadli
22 May 2026 20:01

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan hari ini di zona hijau. IHSG berhasil menguat 1,1% di posisi 6.162.

Sejak pembukaan pagi tadi, Jumat (22/5/2026), IHSG terus–menerus terjerembab di zona pelemahan hingga menyentuh 5.966, jelang tutup perdagangan posisinya berbalik arah mencapai posisi tertingginya 6.171 terdorong melesatnya saham–saham berbobot besar yang jadi penopang, saham MDKA dan saham EMAS misalnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 22 Mei 2026 (Bloomberg)

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi keenam di Asia, dan teratas nomor satu di ASEAN, berdasarkan data Bloomberg, Jumat tutup dagang.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan jual–beli saham mencapai Rp21,56 triliun dari sejumlah 40,28 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan. Dengan frekuensi perdagangan yang terjadi menyentuh 1,97 juta kali.

Tercatat ada sebanyak 251 saham melemah, dan 449 saham menguat. Sedang terdapat sejumlah 118 saham yang stagnan.

Penyebab IHSG Menguat