Logo Bloomberg Technoz

Ukraina Sebut Invasi Militer Rusia Mulai Kehabisan Energi

News
22 May 2026 16:30

Asap dari serangan udara Rusia di distrik perumahan Kyiv, Ukraina, Kamis (14/5/2026).(Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Asap dari serangan udara Rusia di distrik perumahan Kyiv, Ukraina, Kamis (14/5/2026).(Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Volodymyr Verbianyi - Bloomberg News

Bloomberg, Ukraina beserta negara-negara sekutunya semakin optimistis bahwa invasi militer Rusia mulai kehilangan momentum. Keyakinan ini muncul seiring keberhasilan Kyiv dalam menstabilkan garis depan pertempuran sekaligus menahan laju ofensif musim semi yang diluncurkan oleh Moskow.

Peningkatan efektivitas Ukraina dalam mengerahkan drone tempur menimbulkan kerugian besar pada jumlah pasukan Rusia. Langkah ini juga diimbangi dengan serangan udara ke wilayah belakang garis depan dan jauh ke dalam teritori Rusia, yang memicu peningkatan kritik domestik terhadap Presiden Vladimir Putin. Ditambah dengan perlambatan ekonomi dan pembatasan akses internet, situasi tersebut dinilai memperdalam kejenuhan perang di kalangan warga Rusia.


Suasana gelisah ini kabarnya juga dirasakan oleh elit Rusia. Beberapa pejabat senior Kremlin meyakini bahwa konflik telah mencapai jalan buntu tanpa adanya solusi penyelesaian yang jelas.

Menurut penuturan sumber yang mengetahui situasi tersebut, Putin sebenarnya ingin mengakhiri perang pada akhir tahun ini, namun hanya dengan syarat yang dianggapnya sebagai kemenangan. Syarat tersebut mencakup kendali penuh atas wilayah Donbas di Ukraina timur—yang gagal direbut pasukannya selama lebih dari satu dekade—serta kesepakatan keamanan yang lebih luas dengan Eropa guna mengakui keuntungan teritorial Moskow.