Logo Bloomberg Technoz

POPSI: Harga TBS Sawit Anjlok Imbas Beleid Tata Kelola Ekspor

Farid Nurhakim
22 May 2026 15:40

Perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Barat./Bloomberg-Muhammad Fadli
Perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Barat./Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta -  Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengeluhkan anjloknya harga tandan buah segar atau TBS petani sawit. Hal ini terjadi seusai adanya aturan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. PP ini bakal mengatur komoditas SDA seperti kelapa sawit sampai baru bara lewat Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah.

Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto menuturkan, kini pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar memilih menahan diri akibat ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah. Menurut dia, ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga minyak sawit mentah dan harga TBS petani.


"Siapa yang mengira, pidato hampir 2 jam itu oleh Presiden Prabowo telah mengakibatkan, rump dan tengkulak tidak lagi mau menggerakan mobil truknya untuk mengambil buah sawit petani di kebun? Sawit tidak diangkut, busuk di tempat dan akhirnya tidak ternilai dengan harga," kata Darto dalam keterangan tertulis, Jumat (22/05/2026).

Dia pun menyebut pihak yang paling dirugikan bukan pelaku underinvoicing atau kegiatan ekspor impor dengan memanipulasi data sehingga penerimaan negara lebih kecil. Melainkan petani sawit yang harga jualnya tergerus jauh ke bawah akibat pasar yang tak stabil.