Ekonom: Defisit Neraca Pembayaran Dipicu Terkurasnya Cadev
Mis Fransiska Dewi
22 May 2026 18:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan tekanan terhadap transaksi berjalan dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tidak terlepas dari terkurasnya cadangan devisa (cadev) akibat digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
“Cadangan devisa kita empat bulan saja sudah turun US$10 miliar. Itu mencerminkan NPI kita sedang defisit,” kata Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede dalam media briefing di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (22/5/2026).
Bank Indonesia (BI) mengumumkan NPI kuartal I-2026 tercatat defisit US$9,15 miliar. Jauh lebih dalam daripada defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.
Transaksi berjalan juga mencatat defisit sebesar US$4 miliar atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini memburuk tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih surplus US$2,5 miliar. Artinya, dalam satu kuartal saja terjadi perubahan sekitar US$6,5 miliar.
Dalam kaitan itu, dia memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia berpotensi makin melebar tahun ini seiring tekanan pada ekspor, pelemahan rupiah, hingga terus turunnya cadev.































