Logo Bloomberg Technoz

OJK Ungkap DPK Valas di Bank Tumbuh 10,8% April 2026, Pangsa Naik

Sultan Ibnu Affan
22 May 2026 20:20

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim fundamental ekonomi Indonesia tetap resilien, ditopang inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi domestik mumpuni, di tengah depresiasi rupiah akibat gejolak geopolitik global.

"OJK terus melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan kinerja industri perbankan, termasuk mencermati tren pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam siaran resmi, Jumat (22/5/2026).

Dian menyebutkan per April tahun ini, DPK perbankan tumbuh 11,39% secara tahunan atau year-on-year (yoy), yang didominasi oleh DPK dalam denominasi rupiah yang tumbuh sebesar 11,49% yoy. Pertumbuhan itu didorong oleh Giro yang tumbuh sebesar 23,25% yoy, Tabungan sebesar 7,88 % yoy, dan Deposito sebesar 6,91% yoy.


Sementara itu, DPK Valas juga tumbuh 10,87% yoy, dengan giro valas tumbuh 3,15%, tabungan valas 23,21%, serta deposito valas 22%.

Sejalan dengan itu, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22% (yoy). Sebagian besar disebut masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.