Bahlil Ungkap RI Mulai Eksekusi Impor Migas AS 3 Bulan Lagi
Azura Yumna Ramadani Purnama
20 February 2026 22:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia mulai mengeksekusi impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS) usai kesepakatan perundingan tarif difinalisasi selama 90 hari.
Bahlil mengklaim langkah tersebut diputuskan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan demi memberikan kepastian bagi badan usaha AS yang akan menjual komoditas migas ke Indonesia.
“Dalam catatan kami, begitu kami mendapat arahan dari Bapak Presiden Prabowo, begitu 90 hari ke depan sudah selesai, maka langsung kita mulai tahapan eksekusi. Jadi ini langsung bisa berjalan supaya tidak ada suatu persepsi yang berbeda dari teman-teman yang ada di sana [AS],” kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).
Sekadar catatan, Pemerintah Indonesia dan AS resmi menandatangani poin-poin kesepakatan perjanjian tarif resiprokal, salah satu poinnya memuat kepastian pembelian komoditas energi dari AS senilai total US$15 miliar atau setara Rp253,4 triliun (kurs Rp16.894).
Dalam dokumen yang dirilis Gedung Putih, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian LPG senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.




























