Logo Bloomberg Technoz

AS Minta RI Batasi Overproduksi Smelter Asing, Termasuk Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 February 2026 11:40

Smelter nikel./Bloomberg-Cole Burston
Smelter nikel./Bloomberg-Cole Burston

Bloomberg Technoz, Jakarta – Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia membatasi produksi barang hasil pengolahan atau smelter milik pihak asing di Tanah Air, serta memastikan produk hilirisasi yang dihasilkan sesuai dengan kuota produksi tambang Indonesia.

Hal tersebut tertuang dalam salah satu poin kesepakatan dagang timbal balik atau agreement on reciprocal trade, yang terkait dengan kesepakatan tarif resiprokal AS.

Adapun, smelter yang dimaksud melingkupi smelter nikel, kobalt, bauksit, tembaga, timah, dan mangan.


“Menerapkan pembatasan atas produksi berlebih fasilitas pengolahan yang dimiliki oleh pihak asing dengan memastikan bahwa produksi tersebut sesuai dengan kuota pertambangan Indonesia,” sebagaimana tertulis dalam dokumen yang dirilis White House di Washington D.C., Kamis (19/2/2026), waktu setempat.

Kendati begitu, tidak dijelaskan lebih lanjut alasan pembatasan produksi smelter sesuai kuota produksi tambang tersebut.

Grafik Investor China Dominasi Kepemilikan Smelter di Indonesia. Sumber: C4DS. Tim Grafis: Bloomberg Businessweek Indonesia