Logo Bloomberg Technoz

Impor Migas AS, RI Akan Pangkas Pembelian Dari Singapura-Timteng

Azura Yumna Ramadani Purnama
20 February 2026 22:05

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah bakal mengurangi porsi impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika gegara mengimpor komoditas migas senilai US$15 miliar dari Amerika Serikat (AS).

Bahlil menegaskan masih mengkaji besaran impor migas yang bakal dialihkan dari tiga benua tersebut, namun dia memastikan akan memangkas impor migas paling besar dari Asia Tenggara, yang dalam hal ini Singapura.

Bahlil menambahkan, besaran pemangkasan impor dari tiga benua tersebut akan diumumkan oleh Kementerian ESDM dalam tiga pekan mendatang.


“Kita menggeser sebagian volume impor kita dari beberapa negara. Di antaranya negara dari Asia Tenggara, Middle East, maupun beberapa negara di Afrika. Secara keseluruhan, neraca komoditas daripada pembelian BBM kita dari luar negeri itu sama.

Cuma kemudian kita geser,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026) malam.