Logo Bloomberg Technoz

IHSG Fluktuatif: Turun Tipis 0,03%, Saham MBMA Jatuh 5%

Muhammad Julian Fadli
20 February 2026 17:45

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan dengan turun tipis 2,31 poin (0,03%) di posisi 8.271,76 pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026) usai berfluktuatif sejak pagi hari tadi dengan saham Merdeka Battery Materials (MBMA) jadi pemberat IHSG.

Sepanjang perdagangan IHSG melaju dengan volatilitas dan intensitas tinggi sejak pembukaan dengan sempat ada di zona hijau dan merah dengan cepat, adapun rentang pergerakan terjadi di rentang 8.328,42 sampai dengan terendahnya 8.236,75.

Penutupan IHSG Sesi II pada Jumat 20 Februari 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp20,39 triliun dari sejumlah 45,82 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,9 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan 267 saham, dan sebanyak 381 saham melemah. Sisanya 171 saham stagnan.


Saham–saham konsumen primer, saham transportasi, dan saham energi menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,53%, 1,05%, dan 1,02%, disusul oleh melemahnya saham properti sebesar 0,74%. Sedangkan, saham—saham kesehatan mengalami pelemahan 0,32%.

Sejumlah saham konsumen primer yang menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) drop 14,2%, saham PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang turun 13,8%, dan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melemah 9,56%.