Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Tebas Produksi Batu Bara, PNBP Minerba 2026 Diramal Anjlok

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 January 2026 11:10

Truk pengangkut batu bara. (Dok abm-investama.com)
Truk pengangkut batu bara. (Dok abm-investama.com)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri tambang mewaspadai turunnya setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini, gegara rencana pemangkasan produksi batu bara yang berpotensi tak diikuti oleh penguatan harga komoditas.

Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo berpendapat jika volume produksi menurun dan harga batu bara justru tidak mengalami kenaikan, setoran PNBP dari komoditas batu bara akan menurun.

“Jelas jika volume turun dan harga tidak naik, tentu setoran PNBP akan turun. Kita tahu pada 2024 produksi sebesar 836 juta ton, 2025 sebesar 756 juta ton, atau pengurangan sampai 150 juta ton, hampir 19%. Saya memproyeksikan pendapatan PNBP akan menurun pada 2026,” kata Singgih ketika dihubungi, Selasa (13/1/2026).


Dia memprediksi pemangkasan produksi batu bara yang dilakukan Indonesia pada tahun ini tak akan serta-merta membuat harga si batu hitam tersebut melonjak tinggi dalam jangka waktu lama, meskipun terdapat penurunan pasokan dari Indonesia saat kondisi kelebihan pasokan.

PNBP minerba 2025./dok. ESDM

Alasannya, ketika pasokan batu bara dari Indonesia berkurang di pasar global, China dan India diprediksi justru akan meningkatkan produksinya. Hal itu dilakukan kedua negara konsumen terbesar itu guna membuat harga batu bara tak melonjak tinggi.