Logo Bloomberg Technoz

AS-Iran Memanas, Harga Minyak Capai Level Tertinggi Sejak Agustus

News
28 February 2026 12:30

Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak dunia. (Dok: Bloomberg)

Jack Wittels, Mia Gindis dan Charles Gorrivan - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak mentah dunia melesat tajam seiring langkah para pelaku pasar mengantisipasi potensi eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Jumat (27/2). Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Donald Trump yang mengisyaratkan ketidakpuasannya terhadap negosiasi nuklir guna menghindari serangan militer.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,8% dan ditutup di atas US$67 per barel, level penyelesaian tertinggi sejak Agustus tahun lalu. Trump mendesak Iran untuk segera menyepakati perjanjian nuklir sembari mengeluhkan bahwa Teheran tidak bernegosiasi dengan niat baik. Ia menambahkan akan ada "pembicaraan tambahan hari ini" setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan di Jenewa awal pekan ini. Di saat yang sama, AS, China, dan beberapa negara lain telah mengimbau warganya untuk segera meninggalkan beberapa bagian di kawasan tersebut.


“Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami sama sekali tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi,” tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Kekhawatiran akan serangan AS ke Iran telah mendorong harga minyak naik lebih dari 15% sepanjang tahun ini, mengalahkan ekspektasi pasar akan adanya banjir pasokan. Pasar terus berada dalam kondisi waspada menyusul perintah Trump untuk melakukan pembangunan militer AS terbesar di kawasan tersebut sejak invasi Irak tahun 2003.