Logo Bloomberg Technoz

Bongkar Seberapa Cuan Tarif Nol Persen Komoditas Ekspor RI ke AS

Sultan Ibnu Affan
27 February 2026 15:30

Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai perjanjian Agreement Reciprocal Trade (ART) antara RI dan Amerika Serikat (AS) tidak bisa dibaca semata sebagai kemenangan akses pasar, meskipun mencakup pemberian tarif 0% untuk 1.819 produk ekspor Indonesia.

Peneliti CSIS Riandy Laksono mengatakan dari seluruh produk atau komoditas tersebut hanya merepresentasikan 2% dari total perdagangan Indonesia di global, yang juga berarti bahwa tidak menjadikan AS sebagai pasar utama. 

“Dari seluruh ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, hanya sekitar 24% yang ter-cover tarif 0%. Sementara ekspor kita ke AS sendiri hanya sekitar 10% dari total perdagangan. Artinya, total akses pasar yang benar-benar kita amankan itu cuma sekitar 2% dari total trade Indonesia,” ujar Riandy dalam diskusi di Jakarta, Jumat (27/2/2026).


Riandy mencontohkan sejumlah komoditas yang kerap disebut pemerintah sebagai “penyelamat” ekspor. Komoditas yang mendapat tarif 0% tersebut yakni minyak sawit, ferroalloy, kelapa, dan kopi. 

Berdasarkan data internalnya menunjukkan bahwa ekspor sawit Indonesia ke AS hanya sekitar 5%. Pasar CPO terbesar Indonesia adalah justru China dan India. Kemudian, ferroalloy dan produk berbasis kelapa juga lebih dominan dikirim ke China, sedangkan kopi Indonesia paling banyak diekspor ke Eropa.