Ekonom CSIS Ungkap 'Hidden Gem' Deal Tarif Dagang AS-RI
Pramesti Regita Cindy
27 February 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah kritik bahwa Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang dinilai minim manfaat ekonomi langsung, namun terdapat sejumlah klausul yang dinilai justru menjadi 'hidden gem' dalam kesepakatan tersebut.
Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menyebut, salah satu aspek yang cukup mengejutkan adalah persoalan penguatan perlindungan tenaga kerja.
"Jadi ini adalah 'hidden gem; kalau kata anak-anak Gen Z sekarang. Hidden gem dari perjanjian yang kita rasa ini sangat berat sebelah," kata Riandy dalam agenda diskusi bersama CSIS di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ia memaparkan bahwa salah satu poin penting adalah penegasan bahwa upah minimum provinsi (UMP) tidak lagi boleh memiliki pengecualian bagi perusahaan yang mengaku tidak mampu membayar. Artinya, kewajiban pembayaran upah minimum harus diberlakukan secara ketat tanpa celah dispensasi yang longgar.
Selain itu, praktik outsourcing juga disebutkan perlu dibatasi. Menurut Riandy, perjanjian tersebut menggarisbawahi bahwa sistem alih daya tidak boleh dibiarkan terlalu bebas tanpa kontrol. Pada saat yang sama, hak pekerja untuk berkumpul dan melakukan negosiasi kolektif ditegaskan kembali untuk diperkuat. "Jadi ada juga elemen perlindungan yang lebih baik terhadap tenaga kerja," tegasnya.































