Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Pangkas Produksi Batu Bara, Harga Belum Tentu Balik Arah

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 January 2026 12:02

Kalimantan Floating Transfer Barges dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group. (Dok. PT Bayan Resources)
Kalimantan Floating Transfer Barges dimiliki dan dioperasikan oleh Bayan Group. (Dok. PT Bayan Resources)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menilai rencana pemangkasan produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 belum tentu mengkerek harga komoditas tersebut.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengungkapkan pasar batu bara bersifat global dan sangat responsif. Dengan demikian, jika terjadi penyesuaian produksi dari salah satu negara produsen, pasar bakal bereaksi mencari alternatif pasokan.

Kondisi tersebut, kata Gita, berpotensi membuat negara-negara konsumen batu bara utama yang memiliki cadangan dan kapasitas produksi domestik seperti China dan India meningkatkan produksi dalam negerinya.


“Negara-negara konsumen utama yang memiliki cadangan dan kapasitas produksi domestik, seperti China dan India, dapat meningkatkan produksi dalam negerinya. Selain itu, pembeli juga memiliki opsi pasokan dari negara produsen lain,” kata Gita ketika dihubungi, Senin (12/1/2026).

“Karena itu, pengaruh terhadap harga tidak bersifat linier dan tidak bisa dilihat hanya dari sisi Indonesia,” tegas Gita.