Logo Bloomberg Technoz

Istana Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan dan Gaji Guru

Dovana Hasiana
28 February 2026 12:00

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah membantah narasi yang menyebutkan Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan dan menyebabkan sekolah terbengkalai dan guru tak diperhatikan.

Pemerintah mengeklaim tak menghentikan program pendidikan yang selama ini sudah berjalan. Misalnya, Kartu Indonesia Pintar, Program Indonesia Pintar yang tetap berjalan pada era Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Sabtu (28/2/2026).


Bahkan, kata dia, Prabowo juga menambah program untuk pendidikan. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat yang merupakan fasilitas sekolah asrama untuk anak-anak yang berasal dari keluarga tak mampu. Di sekolah tersebut, siswa mendapatkan fasilitas pendidikan, penginapan, hingga makanan dan minuman secara gratis.

Saat ini, 166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 15.954 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan. Pemerintah juga berencana untuk menambah 100 Sekolah Rakyat pada 2026.