Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Program Nuklir Iran
News
27 February 2026 20:20

Jonathan Tirone - Bloomberg News
Bloomberg, Iran menghadapi kecurigaan selama beberapa dekade terkait ambisi nuklirnya dan apakah negara tersebut sedang mengembangkan kemampuan untuk menembakkan senjata nuklir. Iran setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi pada 2015. Namun, Presiden Donald Trump kemudian merusak kesepakatan tersebut dengan menarik AS secara sepihak tiga tahun kemudian.
Meski pemerintahan Trump kedua terlibat dalam pembicaraan untuk mencoba mencapai kesepakatan baru tahun lalu, negosiasi tersebut gagal setelah Israel dan AS membom fasilitas nuklir Iran pada Juni. Meski Trump saat itu mengatakan program nuklir Iran telah "dihancurkan," sejak itu ia meningkatkan tekanan pada Republik Islam Iran untuk menyetujui kesepakatan baru, memperingatkan bahwa AS akan melancarkan serangan yang "jauh lebih buruk."
Kedua pihak memulai kembali pembicaraan pada Februari dan Trump menetapkan batas waktu untuk mencapai kesepakatan pada awal Maret. Ketegangan tetap tinggi di tengah peningkatan besar-besaran aset militer AS di Timur Tengah.
Belum jelas bagaimana negosiasi akan mengatasi kebuntuan yang telah berlangsung lama terkait tuntutan AS agar Iran menghentikan semua pengayaan uranium, termasuk untuk tenaga nuklir.
































