Meski begitu, Garda menyebut bahwa terdapat tantangan dalam perkembangan mobil EV ini. Infrastruktur menjadi salah satu tantangan yang dihadapi mobil EV dalam perkembangannya.
Salah satunya, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang dinilai masih belum merata di sejumlah titik.
"Faktor infrastruktur itu masih menjadi hambatan. Infrastruktur ini kemudian kami definisikan tidak hanya semata-mata SPKLU. Tapi, data spesifik, SPKLU masih menjadi saran terbesar yang perlu untuk segera diperbaiki. Dalam hal ini diperbaiki baik itu segi jumlah maupun juga dengan segi kualitasnya," jelasnya.
Sebagai catatan, sejumlah pabrikan mobil, utamanya pabrikan mobil listrik mengoreksi harga jualnya. Chery Omoda E5 misalnya menurunkan harga jual menjadi Rp399 juta, meski kala launching di bulan Februari 2024 lalu, harga mobil ini bisa mencapai Rp498 juta.
Tak cuma Chery, produsen asal China lainnya yakni Wuling juga menurunkan harga mobil 4-seaternya, Wuling Air EV Long Range menjadi Rp195 juta. Padahal, saat diluncurkan mobil compact ini dibanderol dengan harga Rp295 juta.
Beberapa pabrikan Jepang juga terlihat menurunkan harga. Untuk harga OTR Jakarta per 1 Juli 2025 misalnya, harga Yaris Cross Hybrid turun tipis menjadi Rp437 juta dari harga peluncurannya sebesar Rp440 juta di tahun 2023.
Harga mobil Premium Alphard Vellfire Hybrid pun turut tergelincir ke Rp1,73 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp1,8 miliar di tahun 2024.
(ain)



























