Logo Bloomberg Technoz

Imbas Pelemahan Rupiah, Omzet Pedagang Pasar Turun 30 Persen

Farid Nurhakim
07 June 2026 13:37

Para pedagang di Pasar Pondok Labu saat ditemui Bloomberg Technoz, Jumat sore (05/06/2026).
Para pedagang di Pasar Pondok Labu saat ditemui Bloomberg Technoz, Jumat sore (05/06/2026).

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Pondok Labu tampak membisu sore itu. Tak banyak orang yang melipir untuk sekadar berbelanja kebutuhan sehari-hari. Meski ada yang membeli sembako, sayuran, sampai plastik, beberapa kios terlihat sepi pengunjung atau para pedagang hanya menunggu kedatangan calon pembelinya.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional bilangan Jakarta Selatan tersebut terpaksa harus menelan “pil pahit” akibat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mulai dari harga barang-barang naik, daya beli masyarakat turun, hingga omzet kotornya menurun drastis. 

“Lumayan, keliatan banget turunnya [daya beli masyarakat]. Seperti sekarang, pasar pagi itu biasanya kita udah lumayan ya, sekarang itu kita umpamanya bisa main bola di pasar,” ungkap adik pemilik toko sembako Cito Roso, Albani Nasran saat ditemui Bloomberg Technoz, Jumat sore (05/06/2026). 


Pria berusia 30 tahun itu berujar bahwa harga beberapa barang pun mengalami kenaikan, termasuk plastik yang melambung. Albani menuturkan, kenaikan harganya mencapai 40% dibandingkan sebelumnya. Biasanya dia menjual satu pak (pack) plastik seharga Rp10 ribu dan kini menjadi Rp16.000-18.000 per pack.

“Dampaknya lumayan besar ya, dolar naik tapi barang-barang di sini pada naik semua kan. Harga jual semua naik, kita dagang pasti ada perubahan, orang dagang pasti merasakan kesulitan,” ujar Albani.