Logo Bloomberg Technoz

Prospek Mobil Listrik Cerah, Tapi Infrastruktur Jadi Hambatan

Merinda Faradianti
14 August 2025 15:30

Undangan melihat mobil listrik Xpeng X9 saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (28/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Undangan melihat mobil listrik Xpeng X9 saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (28/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Prospek mobil listrik di pasar otomotif RI dipandang masih akan terus cerah. Head of Research Praxis, Garda Maharsi dalam surveinya menyebut saat ini terjadi pergeseran preferensi konsumen dari mobil BBM ke mobil listrik atau EV (Electric Vehicle).

Ia menyebut, harga mobil EV di pasar Indonesia cenderung kompetitif. Dari survei yang dilakukan Praxis, didapati bahwa publik Indonesia cenderung mempertimbangkan persoalan harga ketika ingin membeli mobil EV.

"Indonesia sangat gila harga mobil listrik baru-baru ini beneran sangat kompetitif. Dan itu seakan memaksa rasionalitas calon pembeli dan publik untuk melihat bahwa value for money dari membeli sebuah mobil itu beneran menjadi tersedot ke mobil listrik," katanya, Kamis (14/8/2025).


Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, Garda mengakui konsumen Indonesia lebih bisa memberikan respons yang baik terhadap EV. Sebab, kata dia, konsumen Indonesia melihat bahwa mobil listrik sebagai teknologi baru dan memberikan kesan ekslusif.

"Sedangkan di belahan bumi lain saya nyebut spesifik misalnya Eropa atau Amerika, kesan prestisius mewah dan lain sebagainya itu masih belum bisa mengalahkan dari kesan prestisnya mobil-mobil kolektor," tambahnya.