Logo Bloomberg Technoz

AS Berencana Alihkan Aset Sitaan Iran untuk Biayai Sekutu Teluk

News
07 June 2026 14:00

Donald Trump. dok: Graeme Sloan/Bloomberg
Donald Trump. dok: Graeme Sloan/Bloomberg

Jennifer A. Dlouhy - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintahan Donald Trump saat ini tengah mengupayakan rencana untuk mengalihkan aset-aset Iran yang disita di Amerika Serikat (AS). Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk membantu negara-negara sekutu AS di Teluk Persia membangun kembali wilayah mereka dari kerusakan yang ditimbulkan oleh Teheran, sekaligus mendanai perbaikan atas potensi kehancuran di masa depan.

Upaya tersebut dibeberkan oleh seorang pejabat senior pemerintah AS yang enggan disebutkan identitasnya karena tidak berwenang berbicara secara publik. Manuver ini bergulir di tengah proses perundingan yang berjalan tersendat-tersendat antara Washington dan Teheran terkait potensi kesepakatan perpanjangan gencatan senjata dalam perang Iran. Proses negosiasi sendiri dilaporkan menemui jalan buntu akibat tuntutan keras Teheran yang bersikeras meminta pencairan aset finansial mereka yang dibekukan AS senilai sekitar US$24 miliar.


Pendekatan baru dari pemerintahan Trump ini dipastikan bakal membawa aset-aset sitaan tersebut ke jalur yang sama sekali berbeda. Menurut pejabat itu, Departemen Keuangan AS akan menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memastikan aset-aset Iran tersebut dapat dimanfaatkan oleh para sekutu di Teluk untuk mendukung proyek rekonstruksi wilayah.

Langkah ini berisiko membuat proses negosiasi perpanjangan gencatan senjata kian membeku. Selain itu, kebijakan keras AS ini juga berpotensi menjauhkan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz serta menghambat jalan menuju dialog yang lebih rinci terkait program nuklir Iran. Kantor Berita Reuters menjadi media pertama yang melaporkan perihal upaya pengalihan aset ini.