Namun demikian, yang jadi catatan penting, “Para pendukung Kkripto yakin aset digital adalah masa depan keuangan. Meski ada momentum kuat dari sisi investor, Pemerintah, dan korporasi, ini bukan jaminan keberhasilan. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab,” papar Dan Coatsworth, analis investasi di AJ Bell, Selasa.
Aset digital– Bitcoin– ini juga dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, mata uang kripto paling terkenal di dunia ini memiliki sejarah yang penuh motif, dan harganya dikenal sangat fluktuatif.
Apa keputusan investasi terbaik saat ini adalah Aset Kripto Bitcoin?
Pelaku pasar sebaiknya mengambil pendekatan yang terukur jika ingin masuk ke pasar Aset Kripto kali ini. Beberapa faktor yang menjadi alasan adalah; landasan hukum yang masih dimatangkan; ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter; hingga isu tarif yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Sepanjang 2025 Bitcoin telah mengalami lonjakan lebih dari 26% —di tengah permintaan yang terus-menerus untuk ETF Bitcoin Spot di Bursa AS yang memegang token tersebut. Dorongan terbaru adalah kepercayaan investor institusi terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Meskipun tren kenaikan saat ini menunjukkan tanda–tanda kuat untuk terus berlanjut, mata uang kripto bukan untuk mereka yang lemah toleransi risiko—dan banyak investor masih memilih untuk menjauh dari aset ini, seperti yang dilaporkan Telegraph Money.
Roller coaster harga aset digital Bitcoin lazim terjadi. Namun bagi investor yang baru pertama mengenal dan terjun dalam transaksi di industri cryptocurrency, rasa gelisah bukan tidak mungkin menghampiri setiap detik.
“Bitcoin adalah aset berisiko tinggi dan bersifat spekulatif, itulah sebabnya banyak orang senang berjudi dengannya. Dalam dunia spekulasi, jawabannya adalah: ‘Kalau Anda harus bertanya, maka jawabannya adalah tidak,” kata Clem Chambers, CEO dari Perusahaan riset Online Blockchain, melansir Telegraph.
Namun, Chambers juga mencatat, menghindari kejatuhan harga Bitcoin pasca–ledakan harga tinggi juga menjadi hal yang sulit dilakukan.
Harga Bitcoin sangat dikenal akan volatilitasnya, seperti yang ditunjukkan pada siklus Bitcoin berikut.
Mr. Coatsworth menambahkan, “Harga mata uang kripto sangat dipengaruhi oleh spekulasi. Sebaliknya, saham bisa dianalisis berdasarkan laba dan arus kas; obligasi bisa dianalisis lewat neraca dan data keuangan lainnya; bahkan perjudian pacuan kuda pun masih bisa dianalisis berdasarkan performa masa lalu dalam kondisi tertentu.”
“Aset Kripto melibatkan banyak dugaan tanpa dasar yang jelas, dan berada di puncak spektrum risiko jika tujuannya adalah menghasilkan uang.”
Jika ditanya apakah aman berinvestasi di Bitcoin? Singkatnya, ia melanjutkan, seperti emas, Bitcoin tidak menghasilkan pendapatan dan tidak memberikan imbal hasil, sehingga pergerakan harganya sebagian besar ditentukan oleh sentimen pasar.
Disclaimer
Artikel ini bukan ajakan dari Bloomberg Technoz untuk membeli instrumen investasi tertentu. Semua risiko investasi yang dilakukan investor menjadi tanggungjawab secara mandiri.
(fad/wep)
































