Logo Bloomberg Technoz

Simalakama Waskita Karya: Antara Jerat Utang & Mandat Negara

Whery Enggo Prayogi
21 February 2023 16:31

Waskita. (Dok. Waskita)
Waskita. (Dok. Waskita)

Bloomberg Technoz, Jakarta -  PT Waskita Karya Tbk (WSKT), badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi dan infrastruktur, berada dalam posisi dilematis. Penugasan membangun proyek-proyek pemerintah di tengah keterbatasan modal membuat perseroan memiliki risiko besar berupa tumpukan utang.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai prospek saham Waskita Karya tidak menarik karena manajemen mengalami kendala operasional. “Memang agak sulit, mereka [WSKT] menjalankan proyek pemerintah, yang itu bukan pilihan,” ujarnya, Selasa (21/02/2023).

Segala bentuk proyek yang datang bersifat perintah. “Jadi mau tidak mau. Namun, dengan utang yang besar, terpeleset sedikit jadi masalah. Jadi dari sisi valuasi, [saham WSKT] masih belum menarik,” cerita dia.Menurut Rudiyanto, saat BUMN mendapatkan banyak pekerjaan, mereka harus melakukan penguatan modal lewat utang komersial, meski ada pula opsi penyertaan modal negara (PMN).

“Kalau mereka mengambil utang komersial, bunganya relatif tinggi, sedangkan proyek-proyek pemerintah ini biasanya marginnya tidak tinggi dibandingkan [dengan proyek] swasta,”  jelas dia.

Pekan lalu, perseroan sudah menyatakan bakal menunda pembayaran obligasi kepada para kreditur senilai US$151 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Obligasi ini sejatinya jatuh tempo pada 23 Februari hingga 16 Juni 2023.

Kalau mereka mengambil utang komersial, bunganya relatif tinggi, sedangkan proyek-proyek pemerintah ini biasanya marginnya tidak tinggi dibandingkan [dengan proyek] swasta.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto