Logo Bloomberg Technoz

Wamenkeu Ungkap 3 Strategi Utang 2026: Prioritas Pasar Domestik

25 May 2026 12:21

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat POV Talks Bloomberg Technoz di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat POV Talks Bloomberg Technoz di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan tiga strategi pembiayaan pada 2026, yakni pendalaman pasar domestik, diversifikasi sumber pendanaan, serta pengelolaan utang yang hati-hati. Ketiga strategi tersebut dilakukan dengan memperhatikan likuiditas, transparansi, serta tata kelola yang baik.

“Strategi pembiayaan 2026 kami memiliki tiga prinsip. Pertama, kami memprioritaskan utang domestik hingga 70% dalam rupiah," ujar Juda Agung dalam Indonesia Credit Spotlight 2026 di Jakarta, dikutip Senin (25/5/2026). 

Prinsip kedua, campuran mata uang yang cermat 25% hingga 30% dalam mata uang asing. Ketiga, pengelolaan liabilitas yang aktif.


Wamenkeu memaparkan minat investor terhadap surat berharga negara Indonesia tetap tinggi. Surat Utang Negara (SUN) tercatat mengalami oversubscription 2,4 kali, sementara Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 2,8 kali. Pada April, pasar SBN domestik mencatat arus masuk bersih Rp13,4 triliun.

Di pasar internasional, Indonesia mencatat sejumlah capaian penting sepanjang 2026. Mulai dari penerbitan sukuk global US$2 miliar yang mengalami kelebihan permintaan 1,97 kali lipat, hingga penerbitan Samurai Bond senilai ¥172 miliar.

Baca Juga