Logo Bloomberg Technoz

Sekolah Rakyat Surabaya Dikebut, Mensos Apresiasi Kinerja Waskita


(Dok. Waskita)
(Dok. Waskita)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur. Proyek tersebut digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah di sektor pendidikan.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul memastikan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut berjalan sesuai target. Sekolah Rakyat itu direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026 mendatang.

Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem.

“Insya Allah selesai tepat waktu. Sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen sekolah rakyat itu sudah bisa digunakan,” ujar Gus Ipul.

Sekolah Rakyat di Surabaya dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa. Fasilitas pendidikan ini mencakup jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas.

Selain ruang belajar, proyek tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya perpustakaan, laboratorium, asrama, UKS, hingga sarana ekstrakurikuler.

“Kita harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar-mengajar dengan lingkungan yang berkualitas,” harapnya.

(Dok. Waskita)

Menurut Gus Ipul, konsep perekrutan siswa di Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah umum. Program ini lebih difokuskan bagi anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.

Pembangunan fasilitas pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan akses pendidikan. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menciptakan kesempatan belajar yang lebih merata.

Waskita Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya telah mencapai lebih dari 58 persen. Perseroan berkomitmen mempercepat pengerjaan agar proyek selesai tepat waktu.

“Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan SR di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian, demi mewujudkan salah satu Program Prioritas Pemerintah tersebut,” jelas Ermy dalam keterangan resmi.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya merupakan bagian dari proyek yang lebih luas di Jawa Timur. Selain di Surabaya, Waskita juga mengerjakan proyek serupa di Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban.

Perseroan menyebut hampir 4.000 pekerja saat ini terlibat dalam pengerjaan berbagai proyek Sekolah Rakyat tersebut. Sebagian besar tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.

Waskita menilai keterlibatan tenaga kerja lokal memberikan dampak ekonomi yang positif. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini juga mendukung pertumbuhan sektor informal dan UMKM di sekitar lokasi pembangunan.

“Ke depannya kami akan terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan manfaat luas bagi pendidikan, sosial, dan ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutur Ermy.

Bagi Waskita, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek konstruksi. Perseroan melihat proyek ini sebagai kontribusi nyata dalam membangun masa depan bangsa.

Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat membantu menekan angka kemiskinan.

“Segenap manajemen Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui pengerjaan proyek kementerian dan lembaga demi mendorong masa depan Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.

(Dok. Waskita)

Waskita Karya sendiri telah memiliki pengalaman panjang di sektor infrastruktur nasional. Perseroan berdiri sejak 1961 dan kini menjadi salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia.

Selain proyek Sekolah Rakyat, Waskita juga tengah mengerjakan sejumlah proyek strategis lainnya. Di antaranya LRT Jakarta Fase 1B, Bendungan Bener, hingga Jalan Tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi.

Perseroan juga terlibat dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kalimantan Selatan dan RSUD Cendrawasih Dobo di Maluku. Proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, Waskita dipercaya membangun Sekolah Rakyat di empat provinsi. Lokasinya tersebar di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatra Selatan, hingga Aceh.

Di Sulawesi Selatan, proyek berlangsung di Kabupaten Wajo, Barru, Soppeng, Sidrap, dan Tana Toraja. Sementara di Sumatra Selatan, pembangunan dilakukan di Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang.

Untuk wilayah Aceh, pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan di Kota Subulussalam dan Nagan Raya. Kehadiran proyek ini di berbagai daerah diharapkan memperluas akses pendidikan nasional.

Melalui proyek tersebut, pemerintah dan Waskita berharap dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.