Logo Bloomberg Technoz

Kuartal I-2026, Utang Luar Negeri RI Nyaris Rp7.600 Triliun

Hidayat Setiaji
18 May 2026 13:37

Pekerja menghitung uang dolar AS di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang dolar AS di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per akhir kuartal I-2026. Terjadi peningkatan, meski lajunya melambat ketimbang kuartal sebelumnya.

Pada Senin (18/5/2026), BI mengumumkan ULN Indonesia pada akhir kuartal I bernilai US$ 433,4 miliar. Dengan asumsi US$ 1 setara Rp 17.496 seperti kurs referensi BI tertanggal 13 Mei, maka ULN Indonesia adalah sekitar Rp 7.582,77 triliun.

Angka ini naik 0,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ULN pada kuartal I-2026 melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang naik 1,9% yoy.


Posisi ULN pemerintah pada kuartal I-2026 sebesar US$ 214,7 miliar, atau tumbuh sebesar 3,8% yoy. Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV-2025 sebesar 5,5% yoy.

"Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," sebut laporan BI.