Yield SUN tenor 1 tahun naik 10,2 bps ke 6,98% dan tenor 2 tahun naik 8,5 bps ke 6,8%. Tekanan yang cukup kuat terjadi di tenor 3 dan 5 tahun yang tercatat naik 15,1 bps menjadi 6,89% dan 16 bps menjadi 7,09%.
Kenaikan itu membuat yield 5 tahun tercatat lebih mahal ketimbang yield tenor acuan 10 tahun yang 7,05%.
Kenaikan harga minyak yang secara tak terduga kembali meroket ke US$95/barel akibat memanasnya tensi perang AS dan Iran menambah tekanan bagi pasar SUN. Lonjakan harga minyak kerap menjadi variabel yang diperhatikan investor.
Kenaikan harga minyak berpotensi memberi tekanan kepada perekonomian domestik melalui inflasi dan neraca perdagangan. Terlebih, data terbaru menunjukkan inflasi mulai meninggi menjadi 3,19% secara tahunan pada Agustus, dan neraca perdagangan tertekan oleh defisit migas.
(dsp/aji)





























