Proyeksi Rupiah Hari Ini, Kala Harga Minyak Tembus US$95/Barel
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 08:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah di pasar spot berpotensi tertekan pada perdagangan Rabu (2/9/2026), menyusul kenaikan harga minyak Brent yang tembus US$95/barel.
Rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) terpeleset dan melemah 0,12% ke Rp17.793/US$. Sementara, sebagian besar mata uang Asia di pasar yang sudah buka melemah. Baht Thailand tergerus 0,23%, disusul ringgit Malaysia, yen Jepang, dolar Singapura, yuan offshore, dan dolar Hong Kong. Hanya won Korea Selatan yang bertahan menguat 0,17%.
Pelemahan yang terjadi pada sebagian besar mata uang Asia dipicu oleh kembali meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, sementara Republik Islam tersebut mengatakan telah melakukan serangan balasan. Aksi saling serang antara kedua pihak pun kembali meningkat tajam.
Presiden Donald Trump mengatakan aksi militer AS merupakan pembalasan atas upaya Iran untuk memasang ranjau di selat tersebut serta serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS. Trump juga memperingatkan akan adanya serangan lanjutan jika Teheran memberikan respons.
































