Logo Bloomberg Technoz

Pemadaman Listrik Pakistan Berlanjut Gegara Tolak LNG Mahal

News
02 September 2026 17:30

Lampu kendaraan menerangi jalan raya saat terjadi pemadaman listrik. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)
Lampu kendaraan menerangi jalan raya saat terjadi pemadaman listrik. (Andrew Kravchenko/Bloomberg)

Stephen Stapczynski dan Bilal Hussain - Bloomberg News

Bloomberg, Pakistan menghadapi krisis listrik yang semakin parah setelah memutuskan untuk tidak membeli gas alam cair (LNG) guna menggantikan pasokan yang terganggu akibat penutupan hampir total Selat Hormuz.

Perusahaan milik negara, Pakistan LNG Ltd, membatalkan tender darurat untuk pengiriman yang dijadwalkan tiba pada 8 September setelah hanya menerima satu penawaran dari BP Plc dengan harga US$27 per juta British thermal unit (MMBtu)—hampir tiga kali lipat dari harga pasar spot sebelum perang—menurut para pedagang.


Pemerintah menolak tawaran tersebut karena dianggap terlalu mahal, ujar para pedagang.

Perusahaan menerbitkan kembali tender pada Rabu, dan kini mencari pasokan sebelum 12 September. Penawaran harus diajukan paling lambat Jumat.