Pemadaman Listrik Pakistan Berlanjut Gegara Tolak LNG Mahal
News
02 September 2026 17:30

Stephen Stapczynski dan Bilal Hussain - Bloomberg News
Bloomberg, Pakistan menghadapi krisis listrik yang semakin parah setelah memutuskan untuk tidak membeli gas alam cair (LNG) guna menggantikan pasokan yang terganggu akibat penutupan hampir total Selat Hormuz.
Perusahaan milik negara, Pakistan LNG Ltd, membatalkan tender darurat untuk pengiriman yang dijadwalkan tiba pada 8 September setelah hanya menerima satu penawaran dari BP Plc dengan harga US$27 per juta British thermal unit (MMBtu)—hampir tiga kali lipat dari harga pasar spot sebelum perang—menurut para pedagang.
Pemerintah menolak tawaran tersebut karena dianggap terlalu mahal, ujar para pedagang.
Perusahaan menerbitkan kembali tender pada Rabu, dan kini mencari pasokan sebelum 12 September. Penawaran harus diajukan paling lambat Jumat.






























